Layanan Chat Telegram Di Blokir Pemerintah. Facebook Dan Youtube Berikutnya

Layanan Chat Telegram Di Blokir Pemerintah. Facebook Dan Youtube Berikutnya

satucode[dot]com.  Jum’at (14/06/2017) layanan instant messaging Telegram di blokir oleh pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Pemblokiran ini dilakukan karena banyak kanal yang ada di layanan itu yang di nilai banyak bermuatan propaganda radikalisme, terorisme, termasuk paham kebencian.

Melalui Plt Kepala Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Noor Iza tindakan pemblokiran yang di lakukan oleh pemerintah Indonesia terpaksa di lakukan guna memutus rantai komunikasi  jaringan teroris karena di sinyalir Aplikasi Chat Telegrem di gunakan sebagai media komunikasi para teroris yang beberapa layanannya di salah gunakan terutama kanal layanan yang berisi ajakan atau cara merakit bom, cara melakukan penyerangan, disturbing images, serta konten lain yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Indonesia.

Seperti kita ketahui Aplikasi Chat Telegram merupakan salah satu dari sekian banyak aplikasi yang berfungsi sebagai media bertukar pesan teks,gambar dan video. Tak jauh berbeda dengan aplikasi sejenis, misal Whats App yang sudah cukup populer aplikasi telegram memungkinkan penggunanya untuk bertukar pesan secara private atau rahasia sehingga pesan yang di terima atau terkirim akan terenkripsi sehingga isi percakapan tidak bisa di sadap.

Fitur anti sadap ini yang kemudian menjadi jalur khusus para kelompok paham radikal dan jaringan terorisme untuk berkomunikasi. Hal ini terungkap setelah beberapa waktu lalu  terungkap fakta jika Telegram di gunakan oleh para kelompok radikal timur tengah,ISIS untuk berkomunikasi dengan yang lainnya.

Sementara itu Direktorrat Jenderal Aplikasi Informatika Semuel A. Pangerapan, mengtakan pihaknya sedang menyiapkan proses penutupan aplikasi Telegram secara menyeluruh di Indonesia. “Saat ini kami juga sedang menyiapkan proses penutupan aplikasi Telegram secara menyeluruh di Indonesia apabila Telegram tidak menyiapkan Standard Operating Procedure (SOP) penanganan konten-konten yang melanggar hukum dalam aplikasi mereka. Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)”.

Hal senada juga di ungkapkan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara. Dalam paparannya pada Deklarasi Anti Radikalisme Perguruan Tinggi Se-Jawa Barat di Universitas Padjadjaran, Kota Bandung, Jumat (14/7/2017) kemarin mengatakan tak hanya Telegram yang di blokir namun Media Sosial seperti Facebook dan Youtube juga terancam di blokir jika tak mengindahkan himbauan pemerintah.

“Mohon maaf teman-teman yang main pakai Facebook, atau Youtube kalau terpaksa harus (ditutup) karena tugas pemerintah bertugas menjaga ini kondusif,” jelas Menkominfo yang akarab di sapa Chef RE itu.

 

Beberapa operator selular tanah air sudah mulai pemblokiran terhadap akses telegram di tanah air. Sebelas DNS Telegram yang diblokir meliputi, t.me, telegram.me, telegram.org, core.telegram.org, desktop.telegram.org, macos.telegram.org, web.telegram.org, venus.web.telegram.org, pluto.web.telegram.org, flora.web.telegram.org, dan flora-1.web.telegram.org. Karena diblokir, layanan Telegram versi web yang diakses melalui komputer tak dapat dilakukan.

(andra/sc)

 

Tags:

One Response

  1. shanJuli 15, 2017 at 8:36 amReply

    indonesia mah, gitu, gak bisa bikin alternatif lainnya, bisanya main blokir aja sih, mbok ya kalo blokir, di kasih alternatif , biar user juga enak.

Tinggalkan Balasan