Peneliti Temukan Fakta Mengejutkan, Hacker Bisa Meretas Password Dengan Gelombang Otak.

Peneliti Temukan Fakta Mengejutkan, Hacker Bisa Meretas Password Dengan Gelombang Otak.

satucode[dot]com. Sebuah penelitian terbaru yang di lakukan oleh sekelompok peneliti keamanan digital dari University of Alabama di Birmingham dan University of California Riverside mengungkapkan fakta yang cukup mengejutkan,ternyata hacker di sinyalir mampu meretas password dengan gelombang otak.

Di kutip dari laman The Independent, Selasa (4/7/2017) publikasi jurnal penelitian yang di terbitkan tersebut menjelaskan bagaimana skenario serangan hacker dengan memanfaatkan gelombang otak untuk mencuri detail informasi sensitif terutama password.

Menggunakan seperangkat headset yang sudah terpasang teknologi electroencephalography (EEG) para peneliti mengumpulkan data terkait dengan  aktivitas di otak seseorang. EEG (electroencephalography) adalah sebuah teknologi yang di gunakan untuk kegiatan perekaman dan interpretasi terhadap aktifitas listrik otak melalui penempatan elektrode di kepala.

Beberapa headset keluaran terbaru kini di lengkapi dengan teknologi EEG. Terutama headset yang di gunakan sebagai equip atau alat kelengkapan bermain game bagi para gamer yang menggunakan komputer. Sebab, mereka diketahui sebagai pihak paling sering memakai headset tersebut.

Dengan headset EEG ini para gamer mengendalikan karakter dalam game yang dimainkan dengan menggunakan sinyal otak mereka. Ternyata, headset EEG juga memonitor gelombang otak seseorang saat ia sedang tidak bermain game.Para peneliti kemudian menemukan fakta, gamer yang sedang berhenti main game akan tetapi tetap menggunakan headset EEG dan memasukkan password ke akun pribadi mereka bisa sangat rentan jadi sasaran aksi pencurian informasi sensitif oleh hacker.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti meminta 12 orang relawan untuk menggunakan keyboard fisik untuk mengetikkan PIN dan password secara acak, sambil menggunakan headset EEG.Setelah para gamer ini memasukkan 200 karakter, sebuah algoritma yang dibuat oleh para peneliti rupanya bisa menebak PIN, dengan tingkat akurasi hingga 43,3 persen. Sementara, untuk menebak password 6 digit, tingkat akurasinya mencapai 37,3 persen.

Nitesh Saxena, salah satu peneliti dari University of Alabama mengatakan “Perangkat ini (headset EEG) bisa membuka peluang besar untuk pengguna sehari-hari. Namun juga bisa meningkatkan ancaman keamanan, seiring dengan upaya berbagai perusahaan mengembangkan teknologi brain-computer interface,”.

 

Ini kemudian akan menjadi sebuah kekhawatiran jika tidak segera di lakukan antisipasi oleh para produsen alat yang menggunakan teknologi EEG. Kedepan para peneliti berharap kepada manufaktur headset EEG untuk mulai mengacaukan sinyal saat pengguna masuk ke akun-akun pribadi mereka sehingga hacker tidak dapat melakukan aksinya meretas password dengan gelombang otak.

(andra/sc)

loading…


Tags: ,