Aplikasi Buatan Mahasiswa Amikom Jogjakarta Raih Penghargaan Di Hongkong.

Aplikasi Buatan Mahasiswa Amikom Jogjakarta Raih Penghargaan Di Hongkong.

satucode[dot]com. Kembali nama indonesia berkibar di kancah internasional dalam bidang teknologi setelah aplikasi buatan mahasiawa Amikom Jogjakarta berhasil meraih penghargaan pada ajang  Asia Smart App Award yang di helat oleh Hong kong Wireless Technology Industri Association (WTIA) yang berlangsung di Hong kong baru baru ini.

Adalah Arvin Frobenius, Eko Rachnat Slamet dan Jeki Kuswanto tiga mahasiswa Amikom Jogjakarta yang berhasil memukau para juri dengan ide aplikasi yang di beri nama GaBlind (Glasses and Shoes for Blind). Aplikasi GaBlind berhasil meraih penghargaan dalam kategori Lifestyle and Social. Selain itu, para juri juga menyampaikan pujian dan kekaguman mereka atas ide dan gagasan mereka dalam membangun aplikasi ini yaitu untuk membantu para penyandang disabilitas tuna netra melakukan kegiatan sehari-hari dengan bantuan aplikasi smartphone.

Arvin ketua tim developer GaBlind , seperti di kutip dari metrotvnews (03/06/2017) mengatakan, aplikasi GaBlind telah mulai dikembangkan sejak satu tahun yang lalu. Ide membuat aplikasi ini muncul  karena dia merasa infrastruktur untuk mendukung penyandang tuna netra masih belum memadai terutama di sekitar daerah dia tinggal di Jogjakarta.

“Sehingga, penyandang tuna netra sulit untuk bergerak saat di luar rumah,belum ada sistem monitoring untuk yayasan atau sekolah untuk mengawasi penyandang tuna netra di luar rumah atau di lingkungan sekolah.” jelas Arvin.

GABLIND (Glasses and shoes for Blind) dirancang bagi orang-orang cacat visual dan membantu mereka sebagai alat navigasi. Tujuan dari sistem ini secara keseluruhan adalah untuk memberikan kemudahan menggunakan dan memberi pertolongan navigasi secara efisien bagi orang tunanetra sehingga pada diri pemakainya merasakan visi (penglihatan) buatan dengan memberikan informasi tentang skenario lingkungan benda yang berada di sekitar mereka.

Ajang Asia Smart App Awards merupakan kegiatan yang didukung oleh pemerintah Hong Kong melalui CreateHK. Penghargaan ini dibuat untuk diberikan pada para developer aplikasi mobile yang membuat aplikasi inovatif dan bermanfaat. Melalui kegiatan ini, diharapkan akan ditemukan developer aplikasi mobile berbakat baru di Asia. Pemerintah Hong Kong sendiri berharap, setelah talenta itu ditemukan, para pengembang muda ini akan dapat membantu usaha mereka.

 

Sekedar Informasi, sebelumnya aplikasi GaBlind ini juga menjadi salah satu dari lima finalis  pada ajang Imagine Cup 2017 tingkat  Nasional yang di selenggrakan oleh Microsoft yang di menangkan oleh aplikasi Hoax Analyzer buatan mahasiswa ITB.

(andra/sc)

 

loading…


Tags: , ,