Terungkap, Siapa Dalang Di Balik Penyebaran RansomWare WannaCry.

Terungkap, Siapa Dalang Di Balik Penyebaran RansomWare WannaCry.

satucode[dot]com.  Pada pertengahan Mei 2017 lalu, perhatian seluruh dunia saat itu terfokus pada wabah RansomWare WannaCry yang menjangkiti ratusan juta komputer berbasis Windows dengan skala global di lebih dari 150 Negara,tak terkecuali Indonesia.Namun hingga saat ini belum jelas siapa pembuat atau aktor di balik penyebaran ransomeware yang sudah mengifeksi sistem komputer  dua Rumah Sakit  yang ada di Indonesia tersebut.

Namun, sebuah laporan terbaru terkait siapa dalang atas kehebohan tersebut sudah mulai terkuak. NSA ( National Security Agency ), seperti di lansir dari The Washington Post (17/6/2017) membeberkan fakta yang cukup mengejutkan jika dalang di balik kehebohan itu tak lain adalah Negara Korea Utara.

Berdasarkan sejumlah analisis taktik, teknik dan teknologi yang di lakukan oleh NSA  dapat di simpulkan bahwa pembuat WannaCry tak lain adalah dinas spion Korea Utara yang bernama Reconnaissance General Bureau (RGB). Hal ini di dasarkan pada bukti-bukti antara lain serangkaian alamat IP komputer di China yang di gunakan sebagai basis penyebaran WannaCry yang selama ini sering digunakan oleh RGB.

Analisa dari NSA kemudian di perkuat juga dengan analisa dan pemikiran agensi-agensi intelijen dari negara lain yang menyelidiki kasus ini. Bahkan analisa firma keamanan Symantec, juga menyebut hasil analisa yang sama terkait siapa dalang di balik penyebaran WannaCry ini.

Hal itu kemudian memunculkan dugaan  jika pelaku atau otak di balik serangan ransomware ini adalah tak lain sebuah kelompok Hacker asal Korea Utara, yang populer dikenal dengan sebutan Lazarus Group.

Pada awal kemunculan ransomware WannaCry, banyak spekulasi yang menyebut keterlibatan Korea Utara dalam kejadian ini. Namun hal itu masih terlalu dini untuk di tarik kesimpulan hingga akhirnya satu bulan berselang terungkaplah fakta yang menghebohkan tersebut.

Sebelumnya kelompok hacker yang sama pada 2014 silam  meretas Sony Pictures Entertainment lantaran marah dan tak terima jika pemimpin besar mereka, Kim Jong Un, dijadikan bahan olok-olok dalam film The Interview garapan studio film tersebut.  Saat itu Presiden AS Barack Obama  secara terbuka menuding Korea Utara sebagai pelaku dan menjatuhkan sanksi ekonomi baru bagi negara komunis tersebut.

 

Kini meskipun WannaCry berhasil meraup ribuan dollar dari hasil tebusan yang di terima, mereka di kabarkan tak bisa melakukan withdraw (WD) atau mencairkan hasil tebusan mereka dalam bentuk uang virtuan Bitcoin. Hal itu di sebabkan karena ada kesalahan operasional atau sistem penyebaran yang mereka gunakan yang mengakibatkan Bitcoin tebusan gampang dilacak oleh otoritas, sehingga tak ada satupun Bursa penukaran uang bitcoin yang mau melakukan proses penukaran uang panas tersebut.

(andra/sc)

loading…


Tags: ,