Resmi Di Bentuk, Apa Fungsi Dan Tugas BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara)

Resmi Di Bentuk, Apa Fungsi Dan Tugas BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara)
Resmi Di Bentuk, Apa Fungsi Dan Tugas BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara)

satucode[dot]com. Melalui Peraturan Presiden (Perpres) Republik Indonesia Nomor 53 tahun 2017, Indonesia kini secara resmi memiliki badan atau lembaga negara yang mempunyai kewenangan untuk menjamin keamanan Indonesia dalam ranah cyber yang secara resmi terbentuk pada 19 mei 2017 lalu.

Badan Siber dan Sandi Negara atau akan lebih di kenal dengan sebutan BSSN merupakan gabungan dua lembaga negara yaitu yaitu Lembaga Sandi Negara dan Direktorat Jenderal Aplikasi dan Informatika (Aptika) dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).yang akan mengurusi semua permasalahan Indonesia di dunia cyber.

Pertimbangan di bentuknya lembaga baru ini adalah bahwa bidang keamanan siber merupakan salah satu bidang pemerintahan yang perlu didorong dan diperkuat sebagai upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional dan mewujudkan keamanan nasional. Apalagi akhir akhir ini marak kasus peretasan yang menargetkan lembaga atau institusi negara maka di rasa perlu di bentuk sebuah badan atau lembaga negara yang menangani permasalahan tersebut, guna menjamin terselenggaranya kebijakan dan program pemerintah di bidang keamanan siber.

Lalu seperti apakah fungsi dan tugas utama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) berdasarkan Perpres No 52 Tahun 2017 yang di tanda tangani oleh presiden Joko Widodo tersebut ?. Di kutip dari laman resmi Sekretariat Negara Republik Indonesia, berikut rincian tugas dan fungsi lembaga baru tersebut.

  1. Penyusunan kebijakan teknis di bidang identifikasi, deteksi, proteksi, penanggulangan, pemulihan, pemantauan, evaluasi, pengendalian proteksi e-commerce, persandian, penapisan, diplomasi siber, pusat manajemen krisis siber, pusat kontak siber, sentra informasi, dukungan mitigasi, pemulihan penanggulangan kerentanan, insiden dan/atau serangan siber.
  2. Pelaksanaan kebijakan teknis di bidang identifikasi, deteksi, proteksi, penanggulangan, pemulihan, pemantauan, evaluasi, pengendalian proteksi e-commerce, persandian, penapisan, diplomasi siber, pusat manajemen krisis siber, pusat kontak siber, sentra informasi, dukungan mitigasi, pemulihan penanggulangan kerentanan, insiden dan/atau serangan siber.
  3. Pemantauan dan evaluasi kebijakan teknis di bidang identifikasi, deteksi, proteksi, penanggulangan, pemulihan, pemantauan, evaluasi, pengendalian proteksi e-commerce, persandian, penapisan, diplomasi siber, pusat manajemen krisis siber, pusat kontak siber, sentra informasi, dukungan mitigasi, pemulihan penanggulangan kerentanan, insiden dan/atau serangan siber.
  4. Pengoordinasian kegiatan fungsional dalam pelaksanaan tugas BSSN dan sebagai wadah.
  5. Koordinasi bagi semua pemangku kepentingan.
  6. Pelaksanaan pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan BSSN.
  7. Pengawasan atas pelaksanaan tugas BSSN.
  8. Pelaksanaan dukungan yang bersifat substantif kepada seluruh unsur organisasi di lingkungan BSSN.
  9. Pelaksanaan kerjasama nasional, regional, dan internasional dalam urusan keamanan siber.

Sementara itu, untuk susunan organisasi atau kepengurusan, BSSN terdiri dari Kepala, Sekretariat Utama, Deputi Bidang Identifikasi dan Deteksi, Deputi Bidang Proteksi, Deputi Bidang Penanggulangan dan Pemulihan, serta Deputi Bidang Pemantauan dan Pengendalian.

BSSN merupakan lembaga negara non kementrian  yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden melalui menteri yang menyelenggarakan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian penyelenggaraan pemerintah di bidang politik, hukum, dan keamanan.

(andra/sc)




Tags: ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

2 Responses

  1. Joko AriyantoJuni 5, 2017 at 8:35 amReply

    Wow dengan adanya BSSN ini semoga di Indonesia tidak ada saling retas meretas ya sob

  2. Muhammad Nuh HasibuanJuni 5, 2017 at 1:41 pmReply

    Makasih banyak atas infonya gan akhirnya indonesia menggunakan sistem BSSN jadinya lebih aman lagi

Tinggalkan Balasan