Domain Terlambat Di Perbaharui, Jutaan Ponsel Android Samsung Rentan Di Jahili.

Domain Terlambat Di Perbaharui, Jutaan Ponsel Android Samsung Rentan Di Jahili.

satucode[dot]com. Produsen smartphone asal Korea Selatan, Samsung di kabarkan telah lalai dalam memperbaharui salah satu domain mereka untuk salah satu aplikasi pra-install mereka yang mengakibatkan jutaan pengguna smartphone samsung rentan terhadap serangan Malware.

Domain milik samsung yang beralamat di http://ssuggest.com adalah salah satu domain yang berfungsi sebagai tempat para pengguna smartphone samsung, terutama untuk edisi smartphone keluaran lawas mengunduh Aplikasi S Samsung. Di lansir dari Motherboard (14/05/2017) aplikasi  S merupakan aplikasi lawas yang masih aktif pada sejumlah smartphone tua keluaran samsung.

Aplikasi S (Sugesst) sendiri merupakan sebuah aplikasi yang menyarankan penggunanya untuk mengintsall aplikasi populer lainya untuk smartphone yang terinstall Aplikasi S. Karena Domain untuk aplikasi tersebut telah expired atau kadaluwarsa maka domain tersebut telah di ambil alih oleh pihak yang bukan dari produsen Samsung.

Menjadi sebuah kekhawatiran apabila domain tersebut jatuh ketangan yang tidak bertanggung jawab. Bisa saja seorang peretas atau siapapun yang mempunyai niat buruk memodifikasi source code sehingga oknum tersebut bisa menyuntikan malware,trojan dan lain sebagainya ke dalam smartphone samsung melalui domain tersebut.

Namun kabar baiknya adalah, domain tersebut kini telah di ambil alih dan di perbaharui oleh seseorang yang tepat. Adalah João Gouveia, chief technology officer di Anubis Labs yang kini memegang kendali atas domain terebut. hal ini tentu sebuah hal yang menggebirakan terutama untuk para pengguna samrtphone lawas dari pabrikan Samsung karena ancaman malware seperti skenario di atas bisa di hindari.

 

Menurut penuturan Gouveia, ia mendeteksi lebih dari 620 juta koneksi yang mengarah ke domain yang baru ia ambil tersebut hanya dalam kurun waktu 24 jam. Lebih dari 2,1 juta perangkat berbeda dihitung. Artinya, jika ada hacker yang menemukan kesalahan Samsung sebelum peneliti ini, mereka akan memiliki 2,1 juta korban untuk dipilih.

Sementara itu menanggapi kejadian tersebut pihak Samsung membantah jika skenario serangan seperti yang di khawatirkan bisa terjadi. “tidak memungkinkan Anda menginstal aplikasi berbahaya, tidak memungkinkan Anda mengendalikan ponsel pengguna.” jelas juru bicara Samsung sperti di lansir dari MotherBoard.

Namun hal berbeda justru di ungkapkan oleh beberapa peneliti kemanan lain. Ben Actis, seorang peneliti kemanan digital yang mempelajari sistem keamanan pada produk Android mengatakan “Mereka (Samsung :red) ceroboh, Aplikasi S ini pasti bisa memasang aplikasi lain.seseorang yang jahat dapat menginstal apapun yang mereka inginkan” Jelas Actis seperti di kutip dari media yang sama.

(andra/sc)

loading…


Tags: , ,