Teknologi Buatan Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang Ini Di Klaim Bisa Kurangi Kasus Kecelakaan

Teknologi Buatan Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang Ini Di Klaim Bisa Kurangi Kasus Kecelakaan
Teknologi Buatan Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang Ini Di Klaim Bisa Kurangi Kasus Kecelakaan

satucode[dot]com. Laporan statistik yang di keluarkan oleh Korlantas Polri menunjukan jika tiap tahun terjadi kenaikan angka kasus kecelakaan yang terjadi di jalan raya. Pada 2016 lalu misalnya,tercatat 105.374 kasus kecelakaan yang terjadi di seluruh indonesia yang merenggut korban ratusan jiwa meninggal dan kerugian material yang tak sedikit jumlahnya.

Tingginya angka kecelakaan tersebut  ternyata mengilhami beberapa mahasiswa jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Brawijaya untuk menemukan solusi guna mengurangi angka kecelakaan di jalan raya. Di beri nama  Alakantuk  yaitu alas duduk anti-kantuk, rancangan teknologi buatan tiga mahasiswa Fakultas Teknik Mesin Universitas Brawijaya Malang ini di klaim bisa mengurangi atau meminimalisir kasus kecelakaan kendaraan terutama roda empat.

Menurut penuturan salah seorang penemu Alakantuk, Prayoga Bintang Primawan, seperti di lansir dari Tempo (26/06/2017) alat tersebut diciptakan karena melihat tingginya tingkat kecelakaan lalu-lintas di Indonesia yang disebabkan oleh faktor manusia, yaitu mengantuk dan kelelahan saat berkendara.

Bagaimana Alat Ini Bekerja

Alakantuk merupakan rancangan teknologi berupa alas duduk yang di desain untuk mampu meningkatkan detak jantung manusia melalui getaran. Prinsip kerja alat ini berawal dari sensor detak jantung yang terpasang di pergelangan tangan pengendara.

Ketika manusia mengalami rasa kantuk maka secara medis detak jantung manusia akan melambat. Hal ini yang menjadi pemicu alakantuk untuk menciptakan getaran yang memicu detak jantung kembali meningkat Ketika detak jantung terbaca di bawah angka normal.Pada saat alat ini bergetar maka detak jantung meningkat, sehingga aliran darah juga meningkat hal itu kemudian yang menjadikan pengemudi lebih fokus dalam berkendara

Alakantuk sendiri di desain terdiri dari beberapa komponen yaitu alas duduk dan gelang. Dalam alas duduk terdapat komponen elektronik berupa penggetar, sedangkan pada gelang yang di kenakan pengendara terdapat sensor yang memantau detak jantung penggunanya.

Proses Pengajuan Paten

Selain digunakan oleh para pengendara, ternyata alat ini juga di rancang untuk bisa di gunakan oleh para mahasiswa atau pelajar jika mengantuk pada saat kuliah. Dengan getaran yang di hasilkan tersebut alat ini bisa membuat penggunanya berkonsentrasi dalam menerima apa yang disampaikan dosen atau pengajar.

Lebih lanjut menurut Proyoga, Alakantuk merupakan solusi yang tepat bagi para sopir kendaraan roda empat yang memiliki jam kerja lebih dari 12 jam per hari. Alakantuk ini bisa digunakan tiga sampai empat jam per hari secara terus-menerus dan memudahkan para pengguna di kondisi yang darurat. Penggunaan Alakantuk sendiri sangatlah mudah, cukup dengan memasang komponen-komponen pada tubuh, menjadikan alat tersebut bisa diterima di masyarakat secara luas.

 

Saat ini Alakantuk yang merupakan inovasi mahasiswa yang diikutkan dalam Program Kreativitas Mahasiswa Karya Cipta (PKM KC) masih dalam proses untuk pengajuan hak paten. “Kami masih akan melakukan pengujian lebih lanjut dan masih memperbaiki desainnya agar lebih enak dipandang dan sempurna sehingga pengguna bisa lebih aman dan nyaman,” ujar sang penemu.

(andra/sc)

Tags: , ,

No Responses

Tinggalkan Balasan