Fenomena Ransomware WannaCry, Mengingatkan Kita Tentang Pentingnya Security Awareness

Fenomena Ransomware WannaCry, Mengingatkan Kita Tentang Pentingnya Security Awareness

satucode[dot]com. Ancaman serangan cyber Ransomeware WannaCry yang melanda sekitar 99 negara termasuk Indonesia menjadikan fenomena serangan ini sebagai sebuah serangan cyber yang paling menakutkan saat ini. Melihat dampak yang di timbulkan,serangan cyber ini sudah selayaknya masuk kategori sebagai sebuah ancaman teroris dunia maya.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), melalui Dirjen Aplikasi Informatika Kemenkominfo, Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan jika serangan ini sudah masuk kategori terorisme. ” Ini skalanya bukan (ulah) hacker lagi. Tindakan ini sudah masuk kategori sebagai aksi terorisme. Kalau hacker itu punya etika, tidak pernah menyerang rumah sakit,” jelas pria yang akrab di sapa Sammy ini.

Pernyatan Sammy tersebut terkait dengan di sanderanya data-data pada sistem komputer yang melayani nomor antrian pada Rumah Sakit Harapan Kita dan Rumah Sakit Dharmais. Hal itu berdampak pada kacaunya pelayanan Rumah sakit karena harus kembali menggunakan sistem antrian manual sehingga merepotkan petugas rumah sakit.

Berkaca dari kejadian tersebut,kini sudah sepatutnya kita mulai sadar tentang arti pentingnya security awareness. Kesadaran terhadap keamanan perangkat online yang kita gunakan,entah itu komputer,tablet atau smartphone yang kita gunakan untuk menunjang aktifitas kita di dunia maya. Selama ini sebagian besar masyarakat Indonesia hanya terpaku pada cara pemakaian tanpa tahu cara mengelola dan mengamankan data yang kita punya.

Menurut pakar keamanan siber, Pratama Persadha kurangnya kepedulian terhadap keamanan digital ini merupakan hal yang umum bagi masyarakat Indonesia. Pasalnya, orang Indonesia—dalam hal ini merujuk ke institusi—tidak sadar akan pengamanan informasi. Karena itu, ia menegaskan, keamanan sudah seharusnya menjadi prioritas.“Mereka terbiasa bisa beli sistem yang hebat, mahal, dan sangat enterprise. Akan tetapi, tidak sadar tentang keamanannya. Ya kalau jadinya seperti ini, jangan sepelekan keamanan,” kata pria yang menjabat chairman CISSReC (Communication & Information System Security Research Center).

Kedepan, masyarakat indonesia pengguna perangkat digital terutama yang terkoneksi dengan jaringan internet harus lebih melek terhadap keamanan data mereka. Tidak harus jadi pakar atau ahli IT,namun kesadaran awal tentang memilah informasi yang mereka terima sudah jadi bahan awal untuk bisa meminimalisir kemungkinkan pencurian data.

Contoh kecil misalnya, ketika kita menerima pesan melalui surel atau email yang tidak di kenal kita harus pastikan dulu isi email tersebut. apakah berkaitan dengan aktifitas kita atau hanya sebuah jebakan. Apalagi kiriman email tersebut menyertakan attachment atau kiriman file,sudah seyogyanya kita waspada dengan tidak asal klik atau membuka kiriman dari kontak yang tidak kita kenal tersebut.

Masih banyak contoh contoh kecil lainya seperti,jangan menggunakan sandi atau password yang mudah di tebak, selalu update anti virus, hindari menggunakan jaringan publik yang tidak terenkripsi dan masih banyak contoh kecil lainya yang mulai sekarang harus kita tingkatkan kesadarannya guna menghindari tindak kejahatan digital.

Karena security awarenes bukan melulu tentang kode kode rumit dan lain sebagainya, hal hal kecil di atas juga masuk sebagai kesadaran berperilaku aman dalam dunia yang serba canggih seperti sekarang ini sehingga human error sebagai faktor utama terjadinya tindak kejahatan dunia maya bisa kita hindari sedini mungkin.

(andra/sc)

loading…


Tags: