Setelah KPU Jawa Tengah, Kini Giliran KPU Jawa Timur Yang Di Usili Peretas

Setelah KPU Jawa Tengah, Kini Giliran KPU Jawa Timur Yang Di Usili Peretas

satucode[dot]com. Tahun lalu situs Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Tengah menjadi target kejahilan peretas yang menamakan dirinya Indonesia Code Party ( baca : Lagi, Situs Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah Di Usili Hacker ). Tak ada motif atau pesan khusus yang di sampaikan peretas kala itu. Di sinyalir aksi peretasan itu hanya sebagai tindakan usil peretas sebagai bentuk pride atau kebanggan semata.

Kini kejadian peretasan yang di lakukan oleh peretas usil juga menimpa situs KPU milik Provinsi Jawa Timur. Situs yang berlamat di http://kpujatim.go.id berubah tampilan dengan dominasi warna hitam sebagai latarnya.Berbeda dengan kasus peretasan yang menimpa KPU Jawa Tengah, Peretas yang mengatasnamakan arek-arek jawa timur ini justru melampirkan pesan  khas ala jawatimuran dalam teks berbahasa jawa.

Dalam pesannya peretas yang di duga juga berasal dari Jawa Timur menyampaikan rasa terima kasih atas kemajuan Provinsi Jawa TImur Di bawah kepemimpinan Pakde Karwo dan Gus Ipul (Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur).

Semangat Nggeh Pak 😀 Ampun Korupsi 😀 Nek wonten ingkang Korupsi langsung Dipejahi Mawon pak “ salah satu bunyi pesan yang di sampaikan yang jika di artikan kedalam bahasa Indonesia bermakna ‘ semangat ya pak, jangan korupsi. Kalo ada yang korupsi di bunuh saja pak’.

Dalam beberapa kasus peretasan terhadap situs milik institusi pemerintahan, di samping sebagai ajang untuk melakukan protes terhadap kebijakan pemerintah aksi peretasan seperti ini terkadang juga hanya sebagai keisengan peretas sebagai aksi unjuk kebolehan di kalangan Underground. Terdapat nilai lebih di mata sesama para peretas jika target aksi mereka adalah situs milik pemerintah.

Meskipun hanya iseng,ancaman hukuman untuk para pelaku kejahatan digital seperti ini tidaklah main-main. Dalam Revisi Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Pasal 32 juncto Pasal 48 Undang-undang nomor 11 Tahun 2008 di sebutkan maksimal ancaman hukumannya antara 8 sampai 10 tahun serta denda antara 2 miliar sampai 5 miliar rupiah.

Hingga 2 jam pasca peretasan, situs KPU Jawa Timur masih dalam keadaan di “sandera” oleh peretas. Semoga kejadian peretas iseng ini bisa menambah kewaspadaan para pengelola situs terutama situs milik pemerintahan.
Note: Arsip Zone-h

(andra/sc)

loading…


Tags: ,