Kominfo Sekarang Tidak Lagi Blokir Situs Namun Langsung Di Laporkan Ke Kepolisian.

Kominfo Sekarang Tidak Lagi Blokir Situs Namun Langsung Di Laporkan Ke Kepolisian.

satucode[dot]com. Kabar gembira beraroma kecemasan datang menghampiri para pengelola website tanah air. Pasalnya Pemerintah melalui Kementrian Komunikasi dan Informasi kini tak lagi memblokir situs-situs website beraliran radikal atau situs dengan konten hoax, namun akan langsung memprosesnya di kepolisian.

Hal itu di sampaikan oleh Direktorat Jendral Aplikasi Informatika, Samuel Abrijani , “Ini peringatan yang terakhir kali, kita nggak mau lagi blokir,” katanya seperti di kutip dari okezone di Jakarta, Selasa (10/1/2017).

Menurutnya langkah pemblokiran website yang selama ini di lakukan oleh kominfo belum terlalu efektif dan belum memberikan efek jera bagi para pengelola website maupun penyedia konten bermuatan hoax.

Langkah mempolisikan situs situs dengan muatan kebencian maupun konten dengan paham paham radikal di nilai sudah sesuai dengan koridor hukum yang berlaku. Hal ini guna mengantisipasi masayakat memperoleh informasi yang menyesatkan.

“Kalau dia (situs) bersalah, diproses oleh Kepolisian,” demikian jelas Samuel.

Namun Dirjen Aptika tersebut memberikan pengecualian bagi situs pers dengan proses yang berbeda. Untuk beberapa situs yang terdaftar di dewan pers akan di proses dengan cara yang berbeda.“Kecuali media pers harus lapor dulu ke dewan pers,” lanjutnya.

Sekedar informasi beberapa hari yang lalu Kominfo melakukan pemblokiran terhadap beberapa website yang di anggap menyebarkan konten radikal dan bermuatan hoax. Situs website seperti portalpiyungan.com , habibrizieq.com dan beberapa website lainnya masuk dalam kategori website yang di blokir oleh Kominfo.

(andra/sc)

loading…