Hacker Asal Jawa Timur Di Ciduk Polisi Setelah Ketahuan Meretas Server Pulsa Milik Indomaret.

Hacker Asal Jawa Timur Di Ciduk Polisi Setelah Ketahuan Meretas Server Pulsa Milik Indomaret.

satucode[dot]com. Seorang pria berinisial NR , di tangkap Subdit IV Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya di Tulungagung setelah di ketahui meretas server POS pengisian pulsa milik jaringan toko ritel Indomaret pada minggu (14/08/16) lalu.

Penangkapan tersebut didasari atas laporan  dari PT Indomarco Prismatama,selaku perusahaan pengelola Toko waralaba terbesar di tanah air tersebut. Dalam laporannya PT Indomarco Prismatama menyatakan jika adanya indikasi pencurian pulsa pada sistem POS pengisian pulsa toko Indomaret sebanyak 13 unit yang tersebar di Jawa Timur dan Kalimantan.

Di lansir dari republika, Server pusat POS pengisian pulsa milik jaringan Ritel Indomaret telah diretas oleh NR, warga Tulungagung, Jawa Timur. Ia menggunakan alamat server pusat, kemudian masuk pada server cabang dan langsung menjalankan aplikasi POS pengisian pulsa dan sistem berjalan sendiri. Kemudian sistem mengikuti perintah untuk melakukan pengisian pulsa ke nomor handphone.

Kasubdit IV Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, AKBP Roberto Pasaribu, mengungkapkan, tersangka NR berhasil menyedot pulsa indomaret selama kurang lebih enam jam dengan nominal pulsa  mencapai Rp. 11.600.000 di sembilan cabang Indomaret di Kalimantan dan Jawa Timur.  Setelah berhasil, pulsa-pulsa terkumpul yang disimpan dalam 13 nomor provider, barulah tersangka NR memperjual belikan pulsa di forum jual beli online.

Turut di amankan pada saat penangkapan oleh tim Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya barang bukti di antaranya satu buah KTP, dua buah buku tabungan, dua buah kartu ATM ,17 buah sim card dengan berbagai macam provider, satu unit laptop, satu unit HP blackberry, dan dua unit handphone merk Iphone.

“Tersangka menjual belikan pulsa hasil curiannya itu dengan harga miring, pulsa seratus ribu rubiah dijual tersangka dengan harga delapan puluh ribu rupiah,” ujar  AKBP Roberto Pasaribu di Polda Metro Jaya, dalam siaran persnya.

(andra/sc)

loading…