Breaking News,website Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di hack.

Breaking News,website Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di hack.

satucode[dot]com.Lagi lagi situs pemerintah di jahili oleh para hacker. Menurut laporan yang kami dapat dari berbagai sumber,situs Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI),yang berlamat di htpp://kpai.go.id di kabarkan telah di retas oleh hacker yang menamakan dirinya Skeptix.

Pantauan satucode, pada senin(01/05/16) pukul 15:54:16 tautan menuju htpp://kpai.go.id telah mengalami perubahan pada tampilannya, dengan latar belakang hitam dan bertulisakn nama peretas skeptix.Peretas juga meninggalkan pesan “Zuhahaha.. You’re drunk?Fix ur sec first b4 talking about game”,yang kurang lebih berarti,perbaiki keamanan (sistem) anda dahulu sebelum berbicara tentang game.

Sampai sejauh ini belum ada kepastian tentang motif peretasan. Namun  ini diduga di lakukan sebagai bentuk protes oleh para kalangan hacker kepada pemerintah terkait wacana akan di blokirnya beberapa game online di tanah air.

Seperti kita ketahui,beberapa waktu yang lalu pemerintah sempat mengeluarkan pernyatan bahwa akan memblokir sejumlah gim daring(game online). Hal itu di perkuat oleh pernyatan Erlinda,Sekretaris Jenderal Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) “Pemblokiran jadi salah satu cara paling membantu. Setidaknya, daripada tidak ada action sama sekali” kata Erlinda,di kutip dari republika (24/4/16).

Menelisik lebih lanjut,menurut analisa satucode[dot]com peretas di duga masuk dan mengambil alih situs memanfaatkan celah keamanan pada salah satu web yang berada dalam satu server IP (internet protocol), kemudian melakukan rooting server untuk mengambil kendali situs yang berada dalam satu server.

Seperti di ketahui web htpp://kpai.go.id  mengguanakan shared hosting dari Niagahoster. Hingga saat ini belum ada keterangan resmi yang kami dapat dari pihak pemerintah dalam hal ini Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) maupun dari webmaster yang mengelola situs http://kpai.go.id itu sendiri.

Semoga ini bisa menjadi pelajaran berharga untuk para pengelola situs pemerintah di tanah air untuk lebih memperhatikan security (keamanan) websitenya.

(andra/sc)

loading…